AKUNTANSI SATU
Tidak terasa, satu periode kepengurusan di HMJA telah berakhir. Begitu banyak hal telah terjadi selama periode ini. Berbagai macam program kerja dan kegiatan juga telah diselesaikan. Kini, puaskah teman-teman dengan kinerja kepengurusan HMJA selama satu periode kepengurusan ini? Apakah kepengurusan HMJA sudah mampu memfasilitasi aspirasi teman-teman? Bagaimana cara teman-teman melakukan evaluasi terhadap satu periode kepengurusan? Jawabannya hanya satu, datanglah ke MUMA dan salurkan aspirasi teman-teman mengenai periode kepengurusan yang baru saja berakhir dan periode yang akan datang. Aspirasi teman-teman sangat berharga bagi pengurus dalam mengembangkan organisasi ini karena HMJA bukanlah milik kami atau milik kalian, HMJA adalah milik kita semua.
Apa itu MUMA?
Sebagai mahasiswa akuntansi FEB UB, seharusnya teman-teman sudah tidak asing lagi dengan MUMA. MUMA adalah Musyawarah Umum Mahasiswa Akuntansi, MUMA seringkali dianalogikan sebagi RUPS di perusahaan-perusahaan dengan orietasi laba. Tempat bertemunya para share holder atau pemegang saham. Siapakah share holder di HMJA? Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga HMJA, pemegang saham di HMJA adalah anggotanya yang terdiri dari anggota muda (mahasiswa baru JA FEB UB), anggota biasa (semua mahasiswa S1 JA FEB UB), dan anggota luar biasa (alumni S1 JA FEB UB). Semua anggota tersebut memiliki hak yang sama untuk menyalurkan pendapatnya saat MUMA demi kemajuan HMJA. MUMA juga merupakan suatu perwujudan dari kedaulatan mahasiswa, dimana mahasiswa mempunyai struktur pemerintahannya ''sendiri.'' Bila menggunakan analogi ini maka MUMA memiliki fungsi legeslatif, meskipun bentuknya tidak sama dengan lembaga legeslatif. MUMA mengontrol dan mengevaluasi kinerja ketua HMJA dan kabinetnya yang memegang fungsi eksekutif. MUMA juga mengesahkan Draft AD/ART menjadi AD/ART yang menjadi dasar jalannya pemerintahan ketua HMJA selama satu periode ke depan.
Mengapa MUMA itu penting?
MUMA merupakan suatu rangkaian acara atau sidang yang tidak terpisahkan antara satu agenda dan agenda yang lainnya. Dalam MUMA dibahas konsep-konsep dasar yang nantinya berpengaruh terhadap satu periode kepengurusan. Konsep dasar tersebut tertuang dalam AD/ART serta GBHO HMJA, pertanyaannya adalah bagaimana konsep dasar ini dapat berpengaruh dalam satu periode kepengurusan? Suatu kepengurusan yang ideal tentunya tidak melupakan dasar-dasar ini, dasar ini adalah fondasi utama dalam organisasi HMJA, dasar ini seharusnya dikembangkan oleh ketua himpunan menjadi sebuah rangka bangunan organisasi melalui visi dan misinya, kemudian dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang menghiasi suatu bangunan dalam bentuk program kerja. Hingga akhirnya terbentuk suatu bangunan utuh yang merupakan representasi dari semua share holder yang mampu mensejahterakan stake holder-nya bernama HMJA FEB UB. Dalam MUMA juga dibahas mengenai laporan pertanggungjawaban ketua HMJA beserta fungsionarisnya selama satu periode. Semua anggota HMJA berhak mengetahui pertanggungjawaban ini, karena pengurus HMJA merupakan representasi dari MUMA dan MUMA mewakili aspirasi share holder di HMJA sehingga sudah sewajarnya apabila para share holder tersebut ingin mengevaluasi kinerja kepengurusan dan mengetahui apakah aspirasi mereka selama ini sudah tersampaikan.
MUMA merupakan komponen penting bagi mahasiswa S1 JA FEB UB namun sayangnya, animo mereka terhadap MUMA selama ini sangatlah rendah, MUMA hanya dikenal sebagai acara pemilihan ketua himpunan. Padahal, pemilihan kahim hanyalah salah satu agenda MUMA.
Jadi, jika teman-teman perduli terhadap HMJA, mari bersama-sama datang ke MUMA, salurkan aspirasi teman-teman untuk membangun HMJA yang lebih baik. Aspirasi teman-teman sangat berharga bagi pengurus untuk membangun HMJA yang lebih baik yang mampu memfasilitasi aspirasi mahasiswa JA FEB UB, karena HMJA bukanlah milik kami ataupun milik kalian, HMJA adalah milik kita bersama.
AKUNTANSI SATU
(Darjito Wahyu)
Tidak terasa, satu periode kepengurusan di HMJA telah berakhir. Begitu banyak hal telah terjadi selama periode ini. Berbagai macam program kerja dan kegiatan juga telah diselesaikan. Kini, puaskah teman-teman dengan kinerja kepengurusan HMJA selama satu periode kepengurusan ini? Apakah kepengurusan HMJA sudah mampu memfasilitasi aspirasi teman-teman? Bagaimana cara teman-teman melakukan evaluasi terhadap satu periode kepengurusan? Jawabannya hanya satu, datanglah ke MUMA dan salurkan aspirasi teman-teman mengenai periode kepengurusan yang baru saja berakhir dan periode yang akan datang. Aspirasi teman-teman sangat berharga bagi pengurus dalam mengembangkan organisasi ini karena HMJA bukanlah milik kami atau milik kalian, HMJA adalah milik kita semua.
Apa itu MUMA?
Sebagai mahasiswa akuntansi FEB UB, seharusnya teman-teman sudah tidak asing lagi dengan MUMA. MUMA adalah Musyawarah Umum Mahasiswa Akuntansi, MUMA seringkali dianalogikan sebagi RUPS di perusahaan-perusahaan dengan orietasi laba. Tempat bertemunya para share holder atau pemegang saham. Siapakah share holder di HMJA? Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga HMJA, pemegang saham di HMJA adalah anggotanya yang terdiri dari anggota muda (mahasiswa baru JA FEB UB), anggota biasa (semua mahasiswa S1 JA FEB UB), dan anggota luar biasa (alumni S1 JA FEB UB). Semua anggota tersebut memiliki hak yang sama untuk menyalurkan pendapatnya saat MUMA demi kemajuan HMJA. MUMA juga merupakan suatu perwujudan dari kedaulatan mahasiswa, dimana mahasiswa mempunyai struktur pemerintahannya ''sendiri.'' Bila menggunakan analogi ini maka MUMA memiliki fungsi legeslatif, meskipun bentuknya tidak sama dengan lembaga legeslatif. MUMA mengontrol dan mengevaluasi kinerja ketua HMJA dan kabinetnya yang memegang fungsi eksekutif. MUMA juga mengesahkan Draft AD/ART menjadi AD/ART yang menjadi dasar jalannya pemerintahan ketua HMJA selama satu periode ke depan.
Mengapa MUMA itu penting?
MUMA merupakan suatu rangkaian acara atau sidang yang tidak terpisahkan antara satu agenda dan agenda yang lainnya. Dalam MUMA dibahas konsep-konsep dasar yang nantinya berpengaruh terhadap satu periode kepengurusan. Konsep dasar tersebut tertuang dalam AD/ART serta GBHO HMJA, pertanyaannya adalah bagaimana konsep dasar ini dapat berpengaruh dalam satu periode kepengurusan? Suatu kepengurusan yang ideal tentunya tidak melupakan dasar-dasar ini, dasar ini adalah fondasi utama dalam organisasi HMJA, dasar ini seharusnya dikembangkan oleh ketua himpunan menjadi sebuah rangka bangunan organisasi melalui visi dan misinya, kemudian dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang menghiasi suatu bangunan dalam bentuk program kerja. Hingga akhirnya terbentuk suatu bangunan utuh yang merupakan representasi dari semua share holder yang mampu mensejahterakan stake holder-nya bernama HMJA FEB UB. Dalam MUMA juga dibahas mengenai laporan pertanggungjawaban ketua HMJA beserta fungsionarisnya selama satu periode. Semua anggota HMJA berhak mengetahui pertanggungjawaban ini, karena pengurus HMJA merupakan representasi dari MUMA dan MUMA mewakili aspirasi share holder di HMJA sehingga sudah sewajarnya apabila para share holder tersebut ingin mengevaluasi kinerja kepengurusan dan mengetahui apakah aspirasi mereka selama ini sudah tersampaikan.
MUMA merupakan komponen penting bagi mahasiswa S1 JA FEB UB namun sayangnya, animo mereka terhadap MUMA selama ini sangatlah rendah, MUMA hanya dikenal sebagai acara pemilihan ketua himpunan. Padahal, pemilihan kahim hanyalah salah satu agenda MUMA.
Jadi, jika teman-teman perduli terhadap HMJA, mari bersama-sama datang ke MUMA, salurkan aspirasi teman-teman untuk membangun HMJA yang lebih baik. Aspirasi teman-teman sangat berharga bagi pengurus untuk membangun HMJA yang lebih baik yang mampu memfasilitasi aspirasi mahasiswa JA FEB UB, karena HMJA bukanlah milik kami ataupun milik kalian, HMJA adalah milik kita bersama.
AKUNTANSI SATU
(Darjito Wahyu)








0 comments:
Posting Komentar