Welcome to Official Blog of HMJA FEB UB

Selamat datang di Blog HMJA FEB UB dengan tampilan baru. Akuntansi SATU!

We Are Unite!

Show us. Akuntansi Satu!!!

Produk Kewirausahaan

Info mengenai produk-produk merchandise HMJA FEB UB.

Kamis, Juni 30, 2011

Pre Order Session of Jaket Akuntansi FEB UB 2011


Departemen Kewirausahaan HMJA FEB UB meluncurkan produk selanjutnya untuk seluruh mahasiswa dan alumni akuntansi FEB UB: Jaket Akuntansi.
Spesifikasi dari jaket akuntansi 2011 antara lain: bahan terbuat dari fleece, ada bordir logo HMJA, logo FEB UB, tulisan akuntansi UB di bagian belakang, dan nama serta NIM sebagai identitas pemilik. Harga jaket Rp.135.000,-
Pemesanan dilakukan di sekretariat HMJA FEB UB atau via SMS dengan format: nama pemesan/nama di jaket/NIM/ukuran. Contoh: Laila Yulita/NITTA/105020300111001/M cewek.
Pembayaran harus full ke contact person atau langsung ke sekret. HMJA. Bagi yang berdomisili di luar Malang, pembayaran dilakukan via transfer ke rekening bank. Peminat yang serius, dapat mengetahui nomor rekening dan transfer setelah menghubungi CP. Sesi pemesanan dibuka mulai 27 Juni hingga 9 Juli 2011. Untuk ukuran jaket, silahkan klik gambar di atas atau membaca keterangan di bawah ini.

UKURAN JAKET (Cm)
COWOK S | M | L | XL | XXL
LEBAR 48 | 50 | 52 | 54 | 56
PANJANG 66 | 68 | 70 | 72 | 74
CEWEK S | M | L | XL | XXL
LEBAR 48 | 50 | 52 | 54 | 56
PANJANG 61 | 63 | 65 | 67 | 69
PINGGANG 46 | 48 | 50 | 52 | 54

Contact Person:
Khairoel Anwar 0856 4361 8440
Niken Wahyu 0853 3501 9634

Corporate Social Responsibility : Voluntary atau Mandatory?

sumber ilustrasi gambar: csrafrica.net

Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi topik yang masih saja hangat diperbincangkan. Walaupun isu mengenai CSR sangat ramai dibahas pada beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2007-2008 setelah disahkannya UU Perseroan Terbatas yang mewajibkan perusahaan menganggarkan dana pelaksanaan tanggung jawab sosial terutama bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya, yang berkaitan dengan sumber daya alam dengan mewajibkan perseroan menyisihkan sebagian laba bersih untuk pelaksanaan CSR. Tantangan dan perubahan lingkungan menciptakan peluang baru dan memaksa bagi setiap perusahaan untuk melaksanakan CSR. Nampaknya perusahaan tidak bisa lagi menerapkan prinsip “the business of business is business” tetapi, perusahaan hendaknya bertanggungjawab terhadap masalah-masalah sosial disekitarnya termasuk soal pengangguran, kemiskinan, gelandangan, pengemis, anak jalanan, HIV/AIDS, narkoba, kesehatan, kelaparan, gizi buruk, pendidikan, kerusakan lingkungan, bencana alam dll.

Aktivitas corporate social responsibility yang dilakukan oleh perusahaan terbukti memiliki dampak produktif yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Perilaku etis perusahaan berupa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya memberikan dampak positif yang dalam jangka panjang akan tercermin pada keuntungan perusahaan dan peningkatan kinerja keuangan (Susilawati, 2010).

Ditemukan fakta bahwa perusahaan yang tidak ramah lingkungan akan tersisih dengan sendirinya. Hal ini disebabkan karena persaingan bisnis bukan hanya ditentukan oleh manajemen bisnis perusahaan, melainkan juga tanggung jawab sosialnya (Desiandwi, 2006). Contohnya adalah Unilever menolak minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari PT Duta Palma karena perusahaan yang memproduksi minyak tersebut diduga telah merusak hutan hujan tropis untuk dijadikan lahan CPO (Trackher, 2010).

Untuk bisa menjawab pertanyaan apakan CSR itu bersifat sukarela atau kewajiban bukanlah suatu hal yang mudah, karena masing-masing jawabannya mempunyai konsekuensi tertentu, baik dari aspek ekonomi, sosial, hukum dan lainnya.

Sampai saat ini masih banyak kalangan dunia usaha menolak untuk menginplementasikan prinsip CSR dalam aktivitas usaha suatu perusahaan. Mereka masih beranggapan bahwa satu-satunya tanggungjawab perusahaan hanya pada shareholders saja atau setidak-tidaknya hanya pada konsumen dan karyawan lewat produk barang dan jasa yang berkualitas. Alasan yang mereka kemukakan adalah bahwa tanggungjawab perusahaan terhadap kepentingan stakeholders, terutama komunitas sekitarnya sudah diserahkan pada pemerintah lewat pembayaran pajak. Sebagai warga negara yang baik, perusahaan telah patuh untuk melakukan kewajibannya dengan menyetorkan sebagian pendapatannya kepada pemerintah dalam bentuk pajak dan retribusi untuk dikembalikan pada masyrakat., dengan harapan dapat digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat.

Di lingkup internasional perlahan tapi pasti tekanan terhadap praktik-praktik CSR kian kuat, baik dari kalangan civil society, pemerintah, maupun dunia usaha itu sendiri. Bahkan Group Managing Director Royal Dutch atau Shell group sudah berani melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa CSR bukanlah semata komitmen atau kesukarelaan. Tetapi sudah menjadi suatu kewajiban sebagaimana ditegaskan bahwa “CSR is not a cosmetic, it must be rooted in our values. It must make difference to the way we do our bisiness.”

Yang perlu dipertanyakan sekarang adalah mengapa tekanan agar perusahaan melaksanakan CSR semakin menguat? Ternyata dibalik tekanan tersebut ada 3 fakta yang kian merisaukan penduduk dunia. Pertama, peran perusahaan multinasional yang kian digdaya, bahkan mengalahkan kekuatan Negara. Kekayaan 200 perusahaan besar di dunia jauh lebh besar dari kekayaan 182 negara. Nilai penjualan perusahaan tersebut mencapai sebesar US$ 7,1 triliun. Mereka mengontrol 27,5% GDP dunia dan nilai penjualannya itu sendiri mencapai lebih dari 18 kali pendapatan 1,2 miliar penduduk dunia ini. Ke 200 perusahaan ini bergerak tidak mengenal batas negara dan mempekerjakan lebih dari 1,8 juta karyawan.

Besarnya pengaruh perusahaan atas kehidupan manusia di uka bumi ini juga diungkapkan oleh salah satu majalah bisnis yang mencoba memaparkan bahwa tahun 1999, dimana 100 kekuatan ekonomi terbesar dunia berada pada perusahaan perusahaan global. Nilai penjualan dari 200 perusahaan terbesar didunia tersebut, jika digabung keseluruhannya jauh lebih besar dari sepertiga aktivitas perekonomian di dunia, dan sepertiga dari transaksi perdagangan dunia tersebut merupakan transaksi di antara unit-unit usaha perusahaan raksasa itu sendiri. Sehingga perusahaan-perusahaan tersebut bias saja memainkan dan memetakan arah perkembangan pertumbuhan pembangunan sejalan dengan apa yang mereka inginkan.

Kedua, bahwa bumi tempat manusia berpijak kian tua dan usang, daya dukungnya makin menurun apabila terus dieksplorasi dan dieksploitasi tanpa memperhatikan kelestariannya. Kondisi ini semakin sulit, karena pertumbuhan penduduk bumi terus bertambah dan dengan tingkat harapan hidup yang terus meningkat.

Mengingat hal tersebut dibutuhkan regulasi dalam berbagai bentuk untuk mengiring perilaku perusahaan dalam bersikap dan bertindak berlandaskan pada etika dan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Jika hal ini tidak dilakukan maka dalam waktu yang tidak lama lagi bumi akan mengalami kehancuran. Lalu muncul pertanyaan, siapakah yang bertanggungjawab atas kehancuran bumi tersebut? Apakah para pelaku usaha, pemerintah, atau kita selaku penghuni jagat raya ini?untuk menjawab pertanyaan tersebut maka sikap yang paling arif dan bijaksana adalah tidak saling menyalahkan akan tetapi mari berbuat sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Tekanan terhadap perusahaan agar menerapkan CSR mendapat sambutan yang positif. Hal ini dibuktikan setidaknya ada 2000 perusahaan di dunia yang selalu melaporkan secara rutin implementasi CSR yang mereka lakukan terutama yang berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan. Selain itu tidak sedikit pula perusahaan-perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 dengan mengharuskan setiap perusahaan yang menjadi anggotanya mendesain departemen tersendiri untuk mengurus tentang CSR langsung dibawah seorang manajer atau direktur. Satu-satunya perusahaan di Indonesia yang masuk Fortune 500 dan menjadi anggota World Bisiness Council for Sustainable Development (WBCSD) adalah PT. Riau Andalan Pulp & Paper.

Ketiga, berkaitan dengan komitmen dari beberapa kali Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang membahas tentang lingkungan hidup, pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim. Semua topik tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tanggungjawab suatu perusahaan. Beban pemerintah memang sudah terlalu berat untuk menanggulangi dan mengatasi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi serta lingkungan. Untuk itu peran dan keterlibatan perusahaan dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut sangat dibutuhkan. Fakta yang ada menunjukkan bahwa sekitar 52% masyarakat Indonesia hidup dengan penghasilan dibawah US$ 2 per hari, 61% hanya sanggup menempuh pendidikan dasar, setiap tahunnya 307 orang dari 100.000 ibu-ibu meninggal saat melahirkan, setiap tahun 850 dari 100.000 penduduk meninggal karena malaria, hanya 50% masyarakat peunya akses sumber air, dan hanya 63% masayarakat yang punya akses sanitasi yang memadai (fajar, rudi. 2005) Fakta ini akan semakin memilukan lagi jika diingatkan tentang berita gizi buruk pada balita, ada 199 kabupaten dengan status tertinggal, dan masyarakat yang kelaparan serta bencana alam yang terjadi di mana-mana.

Berpijak dari ketiga alasan tersebut, maka semakin menguatkan bahwa CSR merupakan salah satu solusi dalam upaya mensukseskan pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan pada prinsip triple bottom line (profit, people, planet). Untuk itu, paradigma CSR harus diubah dari voluntary menjadi mandatory. Perubahan paradigma ini sekaligus menjadi wujud tanggungjawab perusahaan atas segala dampak pembangunan yang didasarkan atas mental frontier yang mereka lakukan selama ini. (mental frontier : suatu sikap alamiah manusia yang menggambarkan akan sifat ketamakan dan kerakusan terhadap sesuatu yang diinginkan).

(Wahyu Aji S – Litbang 2011)

Referensi :
Anderson, S. and J. Cavanagh: 1996, Top 200: The Rise of Global Corporate Power.
Desiandwi, Sherlina. 2006. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Financial Performance Terhadap Pengungkapan Informasi Lingkungan Hidup Pada Laporan Tahunan Perusahaan.
Fajar, Rudi. 2005. CSR in Indonesia, its challenges and opportunities.
Mehafdy, Messaoud. 2002. The Ethics of International Transfer Pricing
Susilawati, Dwi Ely. 2010. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderating.
Wahyudi,isa . Busyra Azheri. 2008. CSR : Prinsip, Pengaturan dan Implementasi.

Senin, Juni 27, 2011

Jaket Akuntansi FE UB - dari Tahun ke Tahun

Desain dan model jaket akuntansi FE UB mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2007, ada 3 model yang telah diluncurkan. Sebelum kita membuka sesi pemesanan jaket akuntansi untuk tahun 2011 ini, ada baiknya kita buka lagi lembaran sejarah tentang ketiga model jaket yang sebelumnya.

1. Jaket Akuntansi FE UB 2007

Jaket ini mulai dipakai saat pengenalan himpunan di PK2MABA FEUB tahun 2007. Desain simpel tapi elegan. Tulisan "accounting" di dada sebelah kiri serta "Brawijaya University" di sisi belakang sebelah kiri menandakan jaket ini merupakan trademark untuk mahasiswa akuntansi FEUB. Sebagai identitas, jaket ini menyediakan space untuk penulisan NIM di samping kiri bawah.


2. Jaket Akuntansi FE UB 2008

Sisi luar jaket

Sisi dalam jaket

Model jaket untuk tahun 2008 ini sedikit tidak biasa. Sisi luar dan dalam jaket sama-sama bisa difungsikan. Sisi luar menggunakan warna hitam dan dalam berwarna merah. Perbedaan lain terdapat di logo. Sisi luar (hitam) menggunakan logo HMJA FEUB, sedangkan sisi dalam menggunakan logo khas akuntansi 2005. Penulisan NIM tetap menjadi identitas bagi pemilik jaket akuntansi di tahun tersebut.


3. Jaket Akuntansi FE UB 2009


Di periode 2009 ini, model jaket akuntansi yang dikeluarkan lebih "ramping" dari sebelumnya. Dengan desain ala salah satu pabrikan apparel olahraga terkemuka di dunia, jaket warna hitam ini menjadi trademark bagi mahasiswa akuntansi di tahun tersebut. Tulisan "Accounting FE-UB" dengan font ala Harry Potter di belakang serta NIM pemilik di bagian bawah belakang menjadi identitas lain dari jaket ini.


Bagaimana dengan jaket tahun 2011 ini? Tunggu launching sesi pemesanannya. :)

Sabtu, Juni 25, 2011

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Jaket Akuntansi 2011

Klik gambar untuk detail desain yang terkumpul

HMJA FEB UB meluncurkan desain produk baru jaket akuntansi. Dari hasil voting beberapa hari lalu pada sampel mahasiswa akuntansi mulai angkatan 2007 – 2010, maka terpilihlah pemenang design jaket akuntansi adalah design no 2 dengan presentase 44% by Assa Octora.


Desain jaket akuntansi karya Assa Octora

Berikut adalah presentase hasil voting:
Design No 1 mendapat suara sebanyak 16%
Design No 2 mendapat suara sebanyak 44%
Design No 3 mendapat suara sebanyak 26%
Design No 4 mendapat suara sebanyak 14%

Pemenang mendapatkan 1 (satu) buah jaket dan uang tunai sebesar Rp. 100.000,-
Nantikan launching penjualan jaket akuntansi di tahun 2011 ini. :)

Kamis, Juni 23, 2011

External Info - Jember Accounting Fair 2011


Jember Accounting Fair adalah suatu program yang diselenggarakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jember yang didalamnya mencakup pembahasan mengenai topik-topik yang aktual dan terbaru di kalangan masyarakat.Dalam event besarnya, Jember Accounting Fair 2011 selalu mengedepankan semangat kompetisi yang mengunggulkan ajang dimana para akademisi yaitu siswa SMA/SMK/sederajat se-Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dapat menunjukkan kompetensinya di bidang akuntansi dengan membuktikannya secara kompetitif. Yang berbeda dari Jember Accounting Fair 2011, selain kompetisi untuk siswa SMA/SMK/sederajat, juga terdapat kompetisi untuk mahasiswa dengan lingkup acara yang sama.

Jember Accounting Fair 2011 menyelenggarakan dua jenis kompetisi pada hari pertama, yakni Accounting Olympiad dan Lomba Karya Tulis Ilmiah yang terbuka bagi semua siswa SMA/SMK/sederajat dengan disertai Mentoring Guru. Rangkaian acara berikutnya yakni Accounting Championship dan Paper Competition yang terbuka untuk mahasiswa akuntansi dari perguruan tinggi maupun sekolah tinggi ekonomi se-Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Serangkaian acara tersebut ditutup dengan Seminar Nasional.


Grand Tema dari Jember Accounting Fair 2011 bertujuan mengenakan pada bagaimana menciptakan suatu transparansi dan akuntabilitas pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan pemahaman mengenai SAK-ETAP untuk masa depan bisnis di Indonesia pada umumnya.Seluruh rangkaian acara kami harapkan dapat menjadi sarana bagi siswa SMA/SMK/sederajat serta mahasiswa akuntansi dari perguruan tinggi maupun sekolah tinggi ekonomi agar dapat menjadi putra-putri bangsa yang mampu mengukir prestasi gemilang dengan jiwa kompetitif khususnya bagi pribadi dan umumnya bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.

Rangkaian acara Jember Accounting Fair 2011:
  • Accounting Olympiad (for High School)
  • Lomba Karya Tulis Ilmiah (for High School)
  • Accounting Championship (for College)
  • Paper Competition (for College)
  • National Seminar

Informasi selengkapnya dapat diakses di blog HMJA FE-Unej

Rabu, Juni 22, 2011

Kilas Balik Study Excursie 2006

Rombongan berpose di depan House of Sampoerna

Di Study Excursie 2006 ini, HMJA berkunjung ke Surabaya dan Pulau Bali. Di Surabaya, rombongan menuju ke House of Sampoerna dan beberapa titik tempat wisata. Ada beberapa tujuan dari SE2006 ini, antara lain: menciptakan dan mengembangkan potensi kreatifitas pemikiran dari mahasiswa; meningkatkan peranan HMJA FE-UB dalam rangka peningkatan kualitas dan wawasan mahasiswa akuntansi; transformasi ilmu dan praktis mengenai keorganisasian dan akuntansi; dan menjalin kerja sama antara HMJA FE-UB dengan HMJ lain dan pihak-pihak yang terkait dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan antara sesama mahasiswa. Oleh karena itulah, saat di Bali, rombongan berkunjung ke HMJA Universitas Udayana. Hal ini untuk menjalin tali silaturahmi antara HMJA FEUB dengan HMJA Unud. Dan kembali di tahun 2011 ini, kita akan ke Surabaya dan Bali lagi. Selamat menikmati foto-foto SE2006. :)

Suasana bekerja di House of Sampoerna

Tur di House of Sampoerna

Bersiap untuk sesi presentasi di House of Sampoerna

Berpose depan Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Sesi presentasi di Univ. Udayana, didampingi Bapak Khoiru Rusydi

Para mahasiswa saat mengikuti presentasi himpunan di Univ. Udayana

Tukar menukar vandel antara ketua rombongan SE2006 dan perwakilan HMJA Unud

Pose bersama di Univ. Udayana


Suasana di Tanah Lot, Bali

Rombongan di Pantai Kuta

Bersiaplah untuk SE2011 14 Juli nanti. :)

foto oleh: divisi PDD SE2006

Selasa, Juni 21, 2011

Susunan Panitia BAF 2011

Pengumuman panitia BAF 2011 adalah sbb:

Divisi Inti
Hidayatul Husniah - Ketua Pelaksana
A.A.Raditya Putra - W Sekretaris Umum
Kalinda Sufi Istifarah - Bendahara Umum

Divisi acara
Reza Andrey - Koordinator Divisi Acara
Taufik Tri Jakanugraha - Staff Acara
Efrat Chandra - Staff Acara
Rosalina Yuri A - Staff Acara
Khoirul Umam - Staff Acara
Aldillah Reza M - Staff Acara

Divisi Kesekretariatan
Sabrina R B - Koordinator Divisi Kesekretariatan
Iswanto Priyo U - Staff Kesekretariatan
Adam Syahputera A.S - Staff Kesekretariatan
Ratna Sari Dewi - Staff Kesekretariatan
Adikrishna S N - Staff Kesekretariatan
Gita Apriyandhani - Staff Kesekretariatan

Divisi Marketing
Nurina Ayuningtyas - Koordinator Divisi Marketing
Nuansa Sukma - Staff Marketing
Farrah Sidny - Staff Marketing
Denta Wisnu - Staff Marketing
Dwitya Binar - Staff Marketing
Fatma Rosyida Azhari - Staff Marketing
Ignasius D - Staff Marketing

Divisi Humas
Yola Mega - Koordinator Divisi Humas
Asep Ginandjar - Staff Humas
Anesia Putri - Staff Humas
Andang Yazidullah - StaffHumas
Dessi Hardianti A - Staff Humas
Marsha Banita Firdlo - Staff Humas
Yulistiana Tri W - Staff Humas

Divisi PDD
Kartika Chandra K - Koordinator Divisi PDD
Bimanda Yuswandono - Staff PDD
Sakhrosa Citra D F - Staff PDD
Herohita Akhirudin - Staff PDD
Edwin Adityasto - Staff PDD
Assa Octora Putra - Staff PDD

Divisi Konsumsi
Nindya Sylviani - Koordinator Divisi Konsumsi
Delfi Titis - Staff Konsumsi
Ayu Wijayanti - Staff Konsumsi
Estiasa Putri - Staff Konsumsi
Seviana Putri - Staff Konsumsi
Tio Arriela - Staff Konsumsi

Divisi Keamanan dan Perlengkapan
Aditya Meazza - Koordinator Divisi Keamanan Dan Perlengkapan
Achmad Aziz - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Tri Anton Andreas - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Andika Dwi N - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Akhmad Alfiny - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Rizky Aulady - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Deta Abriand - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Ferdy Faisal - Staff Keamanan Dan Perlengkapan
Reza Al Rizky - Staff Keamanan Dan Perlengkapan

Divisi Transportasi
Gandayu - Koordinator Divisi Transportasi
Dessy Arif - Staff Transportasi
Danu Sulistyo - Staff Transportasi
Arie Akbar R - Staff Transportasi
Agus Dwi P - Staff Transportasi
Rendra Kurniawan - Staff Transportasi
Ahadianti Agis - Staff Transportasi

Senin, Juni 20, 2011

Bank Soal UAS Akuntansi


Menyambut Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 yang akan mulai diadakan pada 27 Juni hingga 8 Juli 2011 ini, HMJA FEB UB (kerjasama depatemen Litbang dan IT Admum) menyediakan Bank Soal UAS Online yang bisa diakses dan diunduh secara gratis oleh mahasiswa akuntansi FEB UB. Soal-soal berikut ini kami dapatkan dari arsip bank soal HMJA mulai tahun 1992 hingga 2010, dan setelah mengalami proses seleksi kami memilih beberapa soal yang bisa dijadikan referensi atau bahan belajar untuk teman-teman sekalian. Bank soal ini akan kami update beberapa kali untuk menjaga kesesuaian dengan kondisi yang terbaru.
Untuk mendapatkan password pembuka file, cukup ketikkan SMS dengan format NIM_nama ke contact person Bank Soal HMJA, Andang 0856 4676 9659. Bank soal juga bisa dicopy dalam bentuk hard copy di sekretretariat HMJA FEB UB. Selamat mengunduh, selamat belajar, dan semoga sukses ujiannya.

Akuntansi Biaya | Akuntansi Keperilakuan | Akuntansi Keuangan 1 | Akuntansi Keuangan 2 | Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 | Akuntansi Keuangan Lanjutan 2 | Akuntansi Manajemen | Akuntansi Sektor Publik | Aplikom | Audit Manajemen | Auditing 1 | Auditing 2 |
Bahasa Indonesia | Bahasa Inggris 2 | Etika Bisnis | Hukum Komersial | Komunikasi Bisnis | Manajemen Audit | Manajemen Lintas Budaya (a) | Manajemen Operasional |
Manajemen Pemasaran | Manajemen Resiko | Manajemen Strategi |
Manajemen Lintas Budaya (b) | Matematika Ekonomi |Metodologi Penelitian | Operation Research | Perpajakan | Pendidikan Agama Islam | Pendidikan Pancasila | Penganggaran | Pengantar Bisnis | Pengantar Ekonomi Makro | Pengantar Ekonomi Mikro |
Pengantar Ekonomi | Perekonomian Indonesia | Perilaku Organisasi | PKN |
Praktikum Akuntansi Keuangan | Praktikum Akuntansi Manajemen |
Praktikum Sistem Informasi Manajemen | Sistem Informasi Akuntansi |
Sistem Informasi Manajemen | Sistem Pengendalian Manajemen | Statistik 1 | Statistik 2

Minggu, Juni 19, 2011

Rapat Akbar Perdana Interaksi 2011


Rapat Akbar Perdana Interaksi dilaksankan pada tanggal 17 Juni 2011 di Gedung UKM Lantai 2 FEB UB pada jam 17.00 WIB. Sesi pertama adalah penjelasan tentang Interaksi secara umum dan visi, misi dan tujuan yang dimiliki oleh Interaksi. Rakbar dibuka oleh Sekum Interaksi 2011 Anesia Putri Kinanti. Sesi kedua adalah pertunjukan jargon tiap divisi dan penjelasan job desk tiap dvisi tersebut. Sesi ketiga sekaligus terakhir adalah penjelasan tagline Interaksi 2011 oleh Kapel Interaksi 2011, Edwin Adityasto. Tagline tersebut adalah "Together We Are Better" #TWAB.

Sabtu, Juni 18, 2011

Accounting League 2011 - Final Result

Kajho vs Matsui Stavolt

Pada hari Sabtu 11 Juni 2011 kemarin, telah diadakan final Accounting League 2011 yang bertempat di GOR Angkasa. Acara tersebut diselenggarakan pada pukul 17.00 hingga 21.00 wib. Pada acara tersebut akan diadakan 3 pertandingan futsal yang antara lain, Pertandingan perebutan juara ke-3 Futsal AL 2011 antara Kajho (AK 07) VS Matsuistavolt (AK 10), Pertandingan testimoni antara Saweri Gading VS Laskar Pelangi sebagai laga testimoni untuk Andika Chandra dan Handyka Galuh, dan yang terakhir adalah pertandingan Final Futsal AL 2011 antara Persijoz (AK 07) VS Ole-ole (AK 09).

Pendukung Akuntansi 2009

Pada pukul 16:30, para pemain dari kedua tim pertandingan pertama mulai berdatangan ke GOR Angkasa. Selanjutnya mereka melakukan pemanasan sebagai persiapan sebelum pertandingan. Sektiar pukul 17:00, pertandingan pertama dimulai. Di awal pertandingan berlangsung cukup sengit, kedua tim tampak saling menyerang dengan tempo yang cukup cepat. Pluitpun istirahatpun berbunyi. Sementara pemain beristirahat, terlihat penonton mulai memadati GOR Angkasa untuk menyaksikan pertandingan AL. Babak kedua dimulai, di awal babak Matsui masih terlihat kuat menjaga pertahanan. Namun dipertengahan babk hingga akhir, terlihat Matsui mulai kewalahan menghadang gempuran Kajho. Pergantian pemain yang dilakukan Tim Matsui belum cukup untuk mengatasi gempuran Kajho. Pluit akhirpun berbunyi, Kajho berhasil membenamkan 11 gol sementara Matsui meraup 5 gol. Dengan hasil tersebut, pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh Kajho (AK07) yang sekaligus menjadi juara ke-3 futsal Accounting League 2011 ini.

Penampilan dari EDC

Testimoni dari Handyka dan Azandika sebelum pertandingan testimonial match antara Laskar Pelangi (Ak. 06) dan Saweri Gading

Sementara waktu menunjukkan 17:30, penonton semakin memadati GOR angkasa. Kemudaian pada pukul 18:00 acara diisi dengan break dan penampilan dari EDC (Economics Dance Club) yang cukup meramaikan acara pada malam hari itu. Setelah penampilan EDC usai, maka dimulailah Laga Testimony Andika Chandra dan Handyka Galuh yang mempertandingkan SG (Saweri Gading) vs LP (Laskar Pelangi). Namun sebelumnya, Andika Chandra dan Handyka Galuh memberikan testimoni mereka kepada seluruh penonton sebagai salam perpisahan dari mereka. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi akhir testimoni mereka dan mulainya pertandingan tersebut. Peluit mulai pertandingan berbunyi, pertandingan berlangsung menarik. Beberapa dari pemain menunjukkan skill mereka yang menggundang tawa penonton. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 5-6 untuk kemenangan Laskar Pelangi.

Aksi Ari Mubiyantoro, pemain Ole-ole, dalam pertandingan final

Acara selanjutnya adalah pertandingan yang ditunggu-tunggu, yaitu Final Futsal AL 2011 yang mempertandingkan Persijoz (AK 07) VS Ole-ole (AK 09). Terlihat penonton begitu ramai menyaksikan laga final ini. Hadir juga Bpk. Khoirul selaku perwakilan dari Jurusan Akuntansi. Pertandinganpun dimulai, riuh penonton mulai mengiringi permainan. Pertandingan berlangsung sengit, kedua tim terus meluncurkan tembakan tembakan kearah gawang lawan mereka. Hingga istirahat babak pertama skor menunjukkan 1-1, skor ini menunjukkan sengitnya persaingan di antara keduanya. Pada babak kedua, pertandingan tidak kalah menarik. Pemain kedua tim terlihat all out dalam menjalankan permainan. Persaingan terus berlangsung hingga akhir pertandingan. Namun dengan berbunyinya pluit akhir, berakhir pula pertandingan Final AL 2011 yang memenangkan Ole-Ole (AK09) dengan skor 3-1.

Hasil rekapitulasi Accounting League 2011 ;

Turnamen Basket :

Juara 1 Basket : AK 2009
Juara 2 Basket : AK 2007
Juara Group Basket : AK 2009

Juara 2 Turnamen Basket: Akuntansi 2007

Juara 1 Turnamen Basket, sekaligus juara bertahan: Akuntansi 2009

Turnamen Futsal :

Juara 1 Futsal : Ole-ole (AK 2009)
Juara 2 Futsal : Persijos (AK 2007)
Juara 3 Futsal : Kajho (Ak 2007)

Juara 3 Turnamen Futsal: Kajho (Ak. 07)

Juara 2 Turnamen Futsal: Persijosz (Ak. 07)

Juara 1 Turnamen Futsal: Ole-ole (Ak. 09)

Foto bersama para juara Accounting League 2011 bersama ketua himpunan, Reza Arizona, dan perwakilan jurusan akuntansi FEB UB, Bpk. Khoiru

Berakhir sudah Turnamen Accounting League 2011, terima kasih atas segala dukungan dan bantuan dari seluruh anggota keluarga Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UB. Akuntansi SATU!

foto oleh Gema Mahesa

Kamis, Juni 16, 2011

Panitia Interaksi 2011

PANITIA INTERAKSI 2011

KETUA PELAKSANA : Edwin Adityasto
SEKRETARIS PELAKSANA : Anesia Putri Kinanti
BENDAHARA UMUM : Desy Purnamasari

DIVISI ACARA
- Koordinator : Johan Ismansyah
- Staf :
1. Sartika Sari Ayu Tjini
2. I Made Gandhesa Yadnya
3. Thatit Mahendra
4. Laila Yulita A
5. Antya Sukmawati
6. Amilya Putri
7. Nungky Ratna Setya
8. Sakharosa Citra Dewi F

DIVISI HUMAS
- Koordinator : M. Reza Ar Rizky M.
- Staf :
1. Vergiawan Septianto Dwi Saputra
2. Steven Morris Lawrence
3. Dian Purnamasari
4. Hafiz Akbar A

DIVISI SPV
- Koordinator :Andrie Cesario Shomad
- Staf :
1. Hertasnim Syahid
2. Dimas Triaji Prabowo
3. Noverina Myristika
4. Bentarani Suwardi
5. Muhammad Dimar Alam
6. Rizky Aji Shiddiqy
7. Fadina Anbiya
8. Andang Yazidulfalach
9. Fina Khillah Fathinah
10. Muh. Sufyan Tsauri
11. Dima Nurfitri Apriani
12. Krisphus Christian Hendra
13. Intan Lifinda
14. Firsty Kinanti
15. Muhamad Hadi
16. Retania Astia
17. Rahmaliah Nursani
18. Ryantino Amanda Putra
19. Puput Wijayanti
20. Monica Jeniestasari
21. Febriana Puspa Dewi
22. Anggri Nastiti
23. Agatha Niken
24. Agatha Aprinda

DIVISI KESEKRETARIATAN
- Koordinator :Seviana Putri
- Staf :
1. Sagita Adjani
2. Annisa Asisiura
3. Vidia Alif Agrimahera
4. Ni Wayan Indah

DIVISI KONSUMSI
- Koordinator : Aisyah Kiki Farashinta
- Staf :
1. Prasida N H
2. Casiavera Lavanda
3. Erlita Eka Fatmawati

DIVISI MARKETING
- Koordinator : Arrasaq Johansyah
- Staf :
1. Bintang Ryan Ramadhani
2. Nurul Qomariyah
3. Pradhita Saraswati

DIVISI PERLENGKAPAN
- Koordinator : Surya Fihandoko
- Staf :
1. Yatnanta Ramadhana
2. Firman Budhianto
3. M. Khairul Anwar
4. Saufi Aditia
5. Maulana Fajri Al Arafi

DIVISI TRANSPORTASI & KEAMANAN
- Koordinator : Fathoni Septa C
- Staf :
1. Taufik Hidayat
2. Yustiandika
3. Andrean Valentino
4. Hendra Agus
5. Muhammad Fariz A

DIVISI PDD
- Koordinator : Muhammad Arief Rasyid
- Staf :
1. Gema mahesa
2. M. Gilang Ilma
3. Abdul Hafizh
4. Herdhita A

The Moment - DISDAS Juni 2011

Sambutan dari Sekum Internal HMJA, Yogi Pramono


Moderator DISDAS Juni 2011 Gita Apriyandhani


Narasumber Bapak Dr. M. Achsin, AK. saat memberikan materi


Peserta DISDAS edisi Juni dari kalangan HMJA


Peserta DISDAS edisi Juni 2011

Penampilan Akustik oleh Bimanda

Foto oleh Irfan Zain Lubis

Diskusi Cerdas HMJA FEB UB - Edisi Juni 2011


DISDAS (Diskusi Cerdas) perdana HMJA alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar pada Rabu, 15 Juni 2011 kemarin mulai pukul 11.00-13.00 WIB. Bertempat di besmen FEB UB. Disdas perdana ini mengangkat tema ”Born to be Profesional Accountant” dengan narasumber Bapak Dr. M. Achsin, Ak.

Disdas edisi ini berbentuk talkshow dimana di awal narasumber menjelaskan tentang tema yang diangkat lantas kemudian sesi tanya jawab yang di moderatori oleh Gita Apriyandhani mahasiswa Akuntansi 2009. Dari pemaparan narasumber yang begitu panjang salah satu statement sekaligus wejangan (nasehat) yang diberikan oleh bapak achsin adalah ”Janganlah Tenggelam Dalam Kerumunan”. Dimana makna di balik statement itu adalah dimana dalam hidup kita dilarang untuk tenggelam dalam kerumunan komunitas yang ada di sekitar ita, kita dituntut untuk menonjol dalam segala hal untuk tetap survive dalam menjalani hidup disini dikhususkan survive dalam menjalani profesi akuntan. Sebagaimana UU akuntan Publik yang telah disahkan 5 april 2011 kemarin sedikit membuat akuntan di Indonesia menjadi agak tercengang karena apa ? karena Lulusan non akuntansi ternyata bisa menjadi akuntan publik (contohnya saja lulusan Hukum) sehingga hal ini sedikit menggelitik telinga para akuntan. Namun dari pemaparan Bapak Achsin kemarin UU ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh drastis untuk para lulusan akuntansi atau akuntan karena apa? Karena untuk memperoleh Certificate Public Accountant (CPA) ada ujian tersendiri dimana tidak semudah yang dibayangkan. ”Lha yang sudah Magister Akuntansi aja banyak yang gugur dalam tes CPA kog, apalagi jurusan-jurusan lain non akuntansi notabene gag paham dengan akuntansi. Jadi gag usah perlu di khawatirkan secara mendalam, tapi ya kita harus waspada saja dan meningkatkan kapabilitas kita. Yang penting ingat slogan Awal ” Jangan Tenggelam Dalam Kerumunan” , pasti akan jadi seorang yang sukses.” , ujar Bapak Achsin.

Pada Disdas perdana ini juga terdapat hiburan akustik dari seorang mahasiswa akuntansi 2010 setelah sesi tanya jawab part 1 yang lantas dilanjutkan dengan sesi tanya jawab part 2 dan juga pemberian Cindera mata kepada 3 penanya terbaik dalam acara ini. Antusias peserta akan disdas ini terbukti dengan hadirnya hampir 40 mahasiswa yang teregistrasi dan masih banyak yang tidak teregistrasi (yang mendengarkan disamping basement).

Senin, Juni 13, 2011

Open Recruitment Staff - BAF 2011

BAF atau yang lebih dikenal Brawijaya Accounting Fair 2011 membuka pendaftaran panitia sebagai staf divisi :
- Acara
- Humas
- Marketing
- Kesekretariatan
- PDD
- Konsumsi
- Keamanan & Perlengkapan
- Transportasi

Form pendaftaran dapat diambil di HMJA FEB UB ( Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi) mulai tanggal 13 Juni s/d 16 Juni 2011.

Batas pengumpulan form ditutup pada Kamis, 16 Juni 2011 pada pukul 15.00 WIB.
FnP panitia akan dilaksanakan pada Jumat 17 Juni 2011 pada pukul 09.00 s/d 16.00 WIB.
Untuk download form oprek bisa klik gambar dibawah dan menghubungi CP untuk direkap.
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Aa (081945305213)
Yola (081945552323)

Accounting Meeting 2011 - Accounting Night Spectacular Award

Panggung pagelaran Accounting Night Spectacular Award

Accounting Night Spectacular Award atau disingkat ANSA dengan tema "be a star to night" merupakan acara puncak dari rangkaian acara Accounting Meeting 2011. Dengan mengusung tema brawijaya tempo doeloe acara ANSA ini diselenggarakan di Gazebo universitas Brawijaya pada tanggal 10 Juni 2011. Selain penampilan home band Fakultas Ekonomi dan Bisnis, EDC, BEC, EGO, dan stand makanan dan minuman ada pula penobatan king and queen of 2008,2009,2010, asisten dosen dan ada pula penobatan dosen terakuntansi, dan dosen terfavorit juga turut memeriahkan acara malam itu. Acara ANSA ini dimulai pada pukul 19.00 dan dipandu oleh Retania dan Tora sebagai MC dari acara ini.

Foto panitia AM 2011

Bpk. Khoiru Rusydi beserta keluarga

Sambutan pertama dari ketua pelaksana Inke Livia tak lupa juga sambutan dari ketua himpunan Jurusan Akuntansi Reza Arizona dan ketua jurusan Akuntansi yang mana kala itu diwakilkan oleh sekretaris jurusan Bpk. Helmy adam. Setelah itu, para tamu undangan mendapatkan suguhan menarik yaitu tarian tradisional dari EDC Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas brawijaya. Tamu undangan yang merupakan mahasiswa dan dosen akuntansi universitas brawijaya mulai berdatangan memadati gazebo Universitas Brawijaya.

Para peserta Accounting Night Spectacular Award

Dan tibalah saatnya pengumuman atas penobatan dosen terakuntansi dan dosen terfavorit. Dosen terakuntansi diraih oleh ibu Arum Prastiwi dan dosen Terfavorit diraih oleh Bpk. Devanto sastho Prathomo. Setelah penobatan dosen terakuntansi dan terfavorit, para tamu undangan juga mendapatkan suguhan penampilan menarik dari EDC modern dan Home band universitas Brawijaya. selanjutnya penobatan king and queen asisten dosen yang dimenagkan oleh Dhimas Prayhodhia dan Dara Puspitaningrum. Dan selanjutnya penobatan king and queen 2008 diraih oleh Dhimas Prayodhia dan Eva Ernawati. Tak lupa juga penampilan dari EGO juga turut memeriahkan acara malam itu. Setelah penampilan dari EGO penobatan Andrias Nur Rochim sebagai king of 2009 dan Agatha Aprinda Kristi sebagai queen of 2009. Performance dari BEC juga tak kalah menarik dalam memeriahkan acara ini. selanjutnya penobatan king and Queen of 2010 yang dimenangkan oleh Maulana Fajri al-Arafi dan Inke Livia. Dan penobatan terakhir dari Accounting Night Spectacular Awards malam itu diraih oleh Dimas Indra Respati dan Anindita prastuti sebagai king and Queen of ANSA. Tepat pukul 22.15 acara Acconting Night Spectacular Awards selesai dan ditutup oleh penampilan terakhir dari home band Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Ditulis oleh Yuni Ratna Savitri
Foto oleh Gema Mahesa

Minggu, Juni 12, 2011

Diskusi Cerdas HMJA FEB UB Juni 2011


Datang dan hadirilah DISDAS atau yang lebih sering disebut Diskusi Cerdas, acara diskusi bulanan HMJA FEB UB. DISDAS kali ini mengangkat tema "Born To Be Profesional Accountant". Dengan pemateri Dr. M. Achsin AK.
DISDAS akan dilaksanakan pada 15 Juni 2011 di Basement FEB UB pada jam 11.00 - 13.00. DISDAS ini gratis untuk mahasiswa-mahasiswi FEB UB jurusan Akuntansi.

Sabtu, Juni 11, 2011

City Bank vs Ekonomi Syariah

City Bank Vs Ekonomi Syariah
oleh: Suci Sulistyani*


Citibank ramai dibicarakan publik tanah air setelah tersandung kasus pembobolan dana nasabah oleh Inong Malinda atau Melinda Dee dan meninggalnya salah satu nasabah kartu kredit, Irzen Octa pada saat berurusan dengan Debt Collector. Sangsi dan hukuman telah dijatuhkan oleh Bank Indonesia sebagai otoritas, dan bukan tidak mungkin sangsi akan diperberat jika bukti-bukti baru ditemukan dari proses pengadilan yang sedang berlangsung.

Dua pelanggaran fatal yang berbeda, terjadi dalam waktu hampir bersamaan, di bank yang sama, sulit untuk dikatakan sebagai penyimpangan yang terjadi secara kebetulan. Di Indonesia Citibank telah berkiprah selama 42 (empat puluh dua) tahun dan merupakan bank asing terbesar. Inovasi produknya banyak menjadi role model bagi perbankan di tanah air. Penghargaan sebagai bank terbaik di Indonesia bahkan pernah disandang Citibank selama sembilan kali berturut-turut. Tapi mengapa tiba-tiba Citibank tersandung kasus kejahatan perbankan yang sangat serius?
Apa Sebab praktek debt collector Citibank akhir-akhir ini ramai dikeluhkan oleh sebagian nasabahnya hingga mencapai puncaknya dengan tewasnya Irzen Octa? Apa sebabnya Citibank seolah terhipnotis oleh sepak terjang Inong Malinda, sehingga bank bereputasi internasional itu terjerumus ke dalam penyimpangan standar operasional prosedur dalam beberapa aspek? Pasti semua sepakat, sebabnya adalah target mendapat untung besar dan untung besar, apapun dan bagaimanapun. Mendapat untung adalah tidak salah dan sah-sah saja dalam kegiatan ekonomi. Namun apa yang keliru dari Citibank Indonesia dalam mengejar target keuntungan tersebut?

Prinsip dan Tujuan Ekonomi Islam
Tujuan bekerja dan berkegiatan ekonomi dalam Islam tidak semata-mata untuk mendapat keuntungan secara fisik dan kenikmatan duniawi. Tujuan utama bekerja dan berkegiatan ekonomi dalam islam adalah untuk meraih falah, yakni kemuliaan, kemenangan dan kebahagiaan dunia akherat. Dalam ekonomi islam, tujuan utama kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi bukanlah memaksimalkan keuntungan/manfaat fisik, sebagaimana dalam teori ekonomi konvensional, karena itu hanyalah sebagian tujuan saja, masih ada tujuan lain yang lebih besar yakni memaksimalkan keberkahan. Gabungan manfaat/keuntungan fisik dan keberkahan itulah yang disebut maslahah. Jadi tujuan kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi dalam rangkaian kegiatan ekonomi islam adalah memaksimalkan maslahah. Sehingga target keuntungan nominal bukanlah diposisikan sebagai titik akhir atau harga mati yang harus ada pada waktu yang ditentukan manusia.

Seluruh proses kegiatan ekonomi islam diarahkan kepada jalan menuju maslahah, jika ada jalan menuju manfaat / keuntungan fisik yang mengiurkan namun tidak mengandung keberkahan yang artinya berseberangan dengan nilai-nilai syariah pasti akan diabaikan. Sebab keuntungan/manfaat fisik tanpa adanya keberkahan sebenarnya yang sedang terjadi adalah proses membangun kerugian untuk dirinya sendiri tanpa disadari. Sepanjang sejarah, baik secara perhitungan makro maupun mikro, tidak ada kecurangan dan kejahatan bisnis yang tidak mendatangkan malapetaka sosial ekonomi di kemudian hari. Malapetaka itu pun tidak harus berupa kehilangan material yang bernilai nominal tertentu, namun bisa berupa kehidupan yang tidak berkah, penuh dengan kegelisahan, ketakutan dan senantiasa disibukkan dengan urusan dunia yang tiada habisnya yang hanya mendatangkan kebahagiaan palsu dan menguras energi, biaya dan waktu secara sia-sia.

Dalam sistem ekonomi konvensional, kelangkaan/keterbatasan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tak terbatas dipandang sebagai akar dari permasalahan ekonomi baik secara makro maupun mikro. Tidak demikian dalam pandangan islam, sebab Allah Swt menciptakan alam semesta ini untuk manusia sepenuhnya dengan takaran yang tepat tentunya sehingga memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan makhlukNya. Kelangkaan sumber daya yang terjadi lebih diakibatkan karena perilaku berlebih – lebihan / boros (israf), serakah, melampaui batas dan zalim. Selain disebabkan karena perilaku buruk tersebut juga diakibatkan adanya distribusi sumber daya yang tidak merata, keterbatasan manusia dalam ilmu dan teknologi serta konflik antar tujuan yang tidak dikelola dan dikoordinasikan dengan baik diantara manusia. Sehingga kelangkaan yang timbul hakekatnya merupakan kelangkaan relatif, bukan kelangkaan riil.

Maka ketika kebutuhan dan keinginan manusia senantiasa berlomba - lomba menuntut untuk dipenuhi setiap waktu, islam telah mengatur konflik tersebut dengan menetapkan tingkatan maslahah, yakni dharuriyat, hajiyat, tahsiniyat. Maslahah dharuriyat adalah kemaslahatan yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia dalam menjamin tegaknya lima hal pokok yakni agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Maslahah hajiyat adalah kemaslahatan yang dibutuhkan dalam menyempurnakan kemaslahatan dharury, sebagai pendukung / sarana menuju lima hal pokok itu. Maslahah tahsiniyat adalah kemaslahatan yang sifatnya pelengkap bagi kemaslahatan sebelumnya. Jadi keseluruhan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi manusia adalah serangkaian proses memaksimalkan maslahah, guna memenuhi kebutuhan dan menjaga aqidah, jiwa, akal, keturunan dan harta untuk mencapai falah. Sebaliknya segala usaha yang menyebabkan rusaknya 5 hal pokok tersebut dilarang keras oleh Allah Swt.

Dalam konteks mencapai falah itu, islam memberi pedoman apa saja yang dilarang dan diperbolehkan dalam kegiatan ekonomi dan keuangan. Secara garis besar pelarangan utama pada praktek ekonomi dan keuangan islam meliputi hal sebagai berikut:
1. Praktek maisir atau tindakan spekulasi/judi, akibat tindakan spekulasi ini akan menimbulkan zero sum game, yang artinya satu pihak mendapat keuntungan dengan cara mengorbankan/menzalimi pihak lain tanpa ada pengganti nilai tambah yang setara dengan pengorbanannya tersebut.
2. Praktek gharar atau ketidakjelasan dalam hal akad, transaksi, informasi, kualitas serta kuantitasnya.
3. Praktek riba atau memungut keuntungan/tambahan tanpa melalui transaksi riil yang memiliki nilai tambah, atau dalam kata lain to have something out of nothing.
4. Praktek Risywah atau suap menyuap.
5. Segala cara yang berdampak menzalimi pihak lain dan mengandung kegiatan maksiat.
6. Yang mengandung zat yang diharamkan seperti alkohol, daging babi, bangkai, darah, binatang buas dan menjijikan, dll
7. Dan lain-lain yang secara spesifik merupakan turunan atau variasi dari praktek-praktek di atas.
Kegiatan bisnis islam yang diperbolehkan adalah jual beli, sewa menyewa dan bisnis berbasis bagi hasil. Sehingga margin jual beli, biaya sewa / fee / ujrah dan nisbah bagi hasil merupakan sistem perhitungan yang direkomendasikan islam dalam memperoleh keuntungan/tambahan. Intinya adalah seluruh transaksi ekonomi harus memiliki underlying asset, atau adanya barang / jasa secara riil dalam setiap transaksi. Sehingga pemisahan antara sektor riil dan moneter dilarang dalam islam. Ekonomi islam hanya memperbolehkan one monetary unit for one real asset. Prinsip tersebut sangat ampuh menekan ketidakadilan dan kecurangan bisnis yang ditimbulkan dari transaksi dan akad yang manipulatif, akibat pemisahan sektor riil dan moneter.
Selain praktek-praktek dan zat yang dilarang tersebut, selebihnya semuanya diperbolehkan. Jadi sebenarnya lahan yang dilarang hanya sebagian kecil, masih jauh lebih banyak dan lebih luas kegiatan yang diperbolehkan. Tapi mengapa sebagian dari kita merasa sempit untuk lahan yang luas itu, dan merasa luas untuk lahan yang yang dilarang / yang sempit tersebut?

Jika prinsip-prinsip tersebut dilanggar tentulah akan merusak aqidah, jiwa, akal, keturunan dan harta manusia menjadi tidak berkah, dan secara makro akan melahirkan perekonomian yang labil/rawan krisis dan akan mudah diikuti dengan problemantika sosial ekonomi dan kejahatan global yang bersifat sistemik.

Penutup
Benang merah pada dua kasus yang terjadi di Citibank dan juga kejahatan bisnis dan perbankan lainnya yang marak terjadi saat ini, jika dihadapkan dengan prinsip ekonomi syariah adalah telah menjadikan keuntungan / manfaat fisik sebagai titik akhir atau tujuan terbesarnya. Sehingga ketika muncul kasus yang menguji ketahanan moral dan etika dalam proses mengejar keuntungan, mudah tergelincir ke dalam cara yang mengabaikan hakekat tujuan manusia berekonomi yakni maslahah guna mencapai falah.

Ketika materi dan kenikmatan dunia menjadi daya pikat utama, maka pertimbangan maslahah yang meliputi pemenuhan kebutuhan terhadap agama, jiwa, akal, keluarga dan harta secara komprehensif tidak akan dipedulikan lagi.

Profesionalisme dan target maksimalisasi keuntungan harus dalam bingkai moral dan etika bisnis, yang secara agregat akan membentuk peradaban dunia, dimana harkat dan martabat manusia mendapatkan tempat tertinggi. Di luar bingkai moral dan etika tersebut hanya akan membentuk manusia ekonomi yang selalu terpusat pada kepentingan diri sendiri, dan satu-satunya tanggung jawab sosial manusia ekonomi adalah memaksimalkan keuntungan dengan berbagai cara.

*penulis adalah staf Departemen Penelitian dan Pengembangan HMJA FEUB 2011